Tas dari Tulang Manusia, Desainer Asal Indonesia Jadi Sorotan

Tas dari Tulang Manusia, Desainer Asal Indonesia Jadi Sorotan

Kontroversi Desainer Asal Indonesia

Desainer – Baru ini, media sosial dihebohkan dengan cocok desainer asal Indonesia bernama Arnold Putra.

Pasalnya, desainer itu menjual koleksi tas yang terbuat dari tulang manusia.

Tas tangan tersebut terbuat dari kombinasi material lidah buaya dan juga tulang punggung manusia.

Material tulang punggung manusia tersebut dia dapatkan dari sumber yang etis, dari pasokan medis di Kanada.

Baca juga : 5 Rekomendasi Perawatan Kecantikan Selama Karantina

“Seorang perancang busana Indonesia menjual tas tangan yang terbuat dari lidah buaya dan tulang punggung manusia yang “bersumber etis”, yang katanya berasal dari surplus medis di Kanada,” tulis media Insider.

Nah, hal itu pun menjadi pro dan kontra di kalangan netizen di media sosial.

Penasaran kan seperti apa potret dari tas yang terbuat dari tulang manusia itu?

Diketahui dari postingan tersebut, Arnold tampak memamerkan tammpilan tas yang kontroversial itu.

Seperti yang terlihat, pria bergaya flamboyan itu tampil dengan busana serba putih menjinjing tas yang modelnya menyerupai sebuah keranjang.

Dalam caption yang tertulis, ia mengaku bahwa tas tersebut terbuat dari tulang belakang anak penderita osteoporosis yang dibuat di Los Angeles, Amerika Serikat.

Tas yang yang pertama kali dijual pada tahun 2016 itu rupanya dijual dengan harga 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 78,5 juta.

Menurut dua ahli osteopati anak yang dihubungi oleh Insider, keduanya mengatakan hampir pasti itu adalah tulang belakang manusia, meski tidak sepakat jika tulang itu disebut itu berasal dari seorang anak.

Arnold kemudian mengatakan terkait kecaman netizel soal tas kontroversial tersebut,

“Ini adalah bagian dari proses pembelajaran kreatif yang harus melibatkan oposisi. Jika tidak, itu hanya akan menjadi bentuk validasi berulang. Saya tidak berniat untuk menjual habis dan akan terus mewujudkan ide-ide saya,” tegas Arnold.

Wah…gimana nih kalau menurut kalian Stylovers?

Sumber : stylo.grid.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *