Produk Cottonology, Brand Fashion Pria Yang Ramah Linkungan

produk cottonology

Produk Cottonology – Sekarang untuk memproduksi baju fashion tanpa harus membuang limah mungkin adalah salah satu hal yang mustahil bagi pelaku usaha. Tapi di tangan Carolina Danella Laksono ini tak ada limbah yang terbuang dari fashion miliknya yaitu Cottonology.

Wanita yang sering disapa Olin ini mengaku Cottonology mengusung konsep Green compang dan ramah linkungan. Dimana seluruh sisa produksi tidak terbuang karena di daur ulang. Sejak awal kami telah berorientasi dengan linkungan hidup di sekitar pabrik, maka limbah yang kami hasilkan pun bisa di daur ulang sehingga tidak menimbulkan bahaya.

Baca Juga: Alasan Sehun EXO Gemar Memakai Jas

Dalam memproduksi fashionnya, Olin menggunakan bahan katun organik, sehingga tidak akan merusak lingkungan, baik saat pembuatan maupun perawatan karena tidak membutuhkan bahan kimia. Karena itulah, brandnya dinamakan Cottonology.

Olin menambahkan, perusahaannya mampu memproduksi ratusan item pakaian. Kebanyakan adalah fashion khusus pria seperti kemeja, kaos, celana panjang, sweater, topi, dan lain-lain.

Produk Cottonology

Jika dilihat dalam kacamata industri, tentunya akan banyak sekali limbah yang dihasilkan. Namun, karena sejak awal dia berorientasi pada keberlangsungan lingkungan hidup di sekitar pabrik, maka limbah yang dihasilkan bisa didaur ulang, sehingga tidak menimbulkan bahaya.

“Limbah ini merupakan hasil dari celupan benang yang dipintal untuk mendapatkan warna yang sesuai,” tutur wanita kelahiran Bandung, 19 Desember 1992 ini.

Lulusan University of California Berkeley ini menambahkan, dengan proses produksi yang ditangani dari hulu ke hilir, dia bisa memantau dari sisi lingkungannya, sehingga benar-benar terjaga dari proses pencemaran. Selain itu, dari sisi bisnis, dampaknya terasa pada harga yang jauh lebih terjangkau, sehingga pangsa pasarnya masuk ke semua kalangan.

“Kami menjual dengan harga yang terjangkau dan cocok untuk semua kalangan,” ujarnya.

Dalam memasarkan produknya, lanjut Olin, Cottonology ada di beberapa platform e-commerce, seperti Shopee, Lazada, BliBli, Tokopedia, dan Zalora. Bahkan, brand-nya berhasil masuk top selling ranked di dalam aplikasi poker idn.

Baca Juga: 5 Tren Fashion Pria 2020 Yang Paling Populer

Saat ini, Cottonology produk asli dalam negerti tersebut telah membuka 60 top-up store di 30 kota di Indonesia dan telah menjual lebih dari 400 ribu item pakaian pria diseluruh Indonesia. Dalam proses produksi, kami melibatkan banyak sekali penjahit lokal di sekitar Bandung. Mereka terdiri dari pengrajin rumahan, individu, atau lepasan.

Itulah tadi informasi mengenai produk cottonology yang saat ini menjadi salah satu brand fashion ternama di Indonesia dengan konsep ramah linkungan. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu.

Sekian artikel kali ini dan terima kasih.

Sumber: Times Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *