Peran Penting Lagu Anak Sebagai Sarana Edukasi

Peran Penting Lagu Anak Sebagai Sarana Edukasi

Peran Penting Lagu Anak Sebagai Sarana Edukasi

Peran Penting Lagu Anak Sebagai Sarana Edukasi – Musik seni atau yang biasanya disebut dengan musik serius, maka dari itu hanya beberapa orang yang benar- benar menikmati aliran musik ini, seperti musik klasik. Jenis musik klasik ini adalah salah satu jenis musik yang tidak lekang oleh waktu berbeda dengan musik populer dan musik tradisonal. Untuk musik populer sangat digemari oleh banyak orang karena sesuai dengan zaman seperti music pop, jazz, blues, rock, punk, metal, indie, hip hop, rap, reggae, dan yang paling banyak diminati oleh anak muda di zaman sekarang adalah EDM (Electronic Dance Music). Musik tradisonal sendiri juga lebih sering di dengan dengan sebutan musik dangdut.

Musik adalah susunan dari nada, irama, dan bait menjadi suatu komposisi lagu yang dapat didengar dan dinikmati oleh umat manusia.

Musik sendiri masuk kedalam Indonesia pada abad ke-2 dan ke-3 sebelum masehi ketika budaya zaman perunggu. Kita sebagai umat manusia biasanya sudah mulai mendengarkan musik dari bayi, jadi tidak heran jika musik sangat digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa. Musik sendiri dikelompokan sesuai dengan kegunaannya dan memilki perbedan kriteria yang akhirnya di bedakan. Ada tiga jenis ranah pengelompokan musik, yang pertama ada musik seni, musik populer, dan musik tradisional.

Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto ialah salah satu psychologist dan pemerhati anak yang sudah 47 tahun mengabdi di dunia anak dan masih sibuk di lembaga perlindungan anak Indonesia atau yang dulu dikenal dengan KOMNAS PA (Komnas Perlindungan Anak). Beliau juga sedang melakukan salah satu program untuk membangkitkan kembali eksistensi lagu anak serta memproduksi lagu anak melalui salah satu media sosial yang berjudul Senyum Anak Indonesia dan melakukan sebuah pelatihan membuat lagu untuk para guru maupun para orang tua untuk bisa lebih kreatif lagi dalam menciptakan lagu anak sehingga frekuensi anak – anak untuk mendengarkan dan menyanyikan lagu orang dewasa semakin berkurang.

Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, orang lebih mudah mendengarkan musik dibandingkan menonton film, bahkan di setiap film pasti memilki soundtrack lagu untuk mendukung film tersebut.

Banyak orang yang mendengarkan musik di mana pun mereka berada entah itu lagu sedih, kecewa maupun gembira. Akan tetapi akibat dari era globalisasi ini dapat membuat kita melupakan beberapa batasan untuk menciptakan lagu seperti lagu untuk anak. Lagu anak sendiri sekarang sudah mulai dilupakan oleh anak yang lahir di era globalisasi, karena maraknya musik bertema cinta yang sering diputarkan oleh lingkungan sekitar yang membuat anak -anak lebih sering mendengarkan lagu orang dewasa yang lirik dan temanya tidak sesuai dengan umur mereka. Menurunnya lagu anak dapat berdampak pada psikologi anak, pernyataan ini pun dibenarkan oleh Seto Mulyadi.

Kurangnya lagu anak yang beredar di masa sekarang ini bukan hanya meredupkan hiburan yang layak bagi anak tetapi juga pendidikan yang layak bagi anak. Melalui lagu anak yang positif itu anak mendapat pendidikan seperti cuci tangan sebelum makan, sikat gigi sebelum tidur, rajin belajar, menghargai teman, menghargai perbedaan dan sebagainya. Kekurangan tersebut dapat membuat anak bercermin dari perilaku orang tuanya yang memiliki sifat egois, main kuasa, yang tanpa sadar membentuk anak – anak yang mencoba memaksakan kehendaknya saat dewasa nanti dengan kekerasan.