Jaga Koleksi Seni saat Pandemi

Jaga Koleksi Seni saat Pandemi

Galeri Nasional Ungkap Cara Jaga Koleksi Seni saat Pandemi

Galeri Nasional Ungkap Cara Jaga Koleksi Seni saat Pandemi – Pengelola Galeri Nasional Indonesia di Jakarta membagikan strategi yang mereka lakukan untuk menjaga koleksi seni serta persiapan kala kelak museum dibuka kembali.

Lebih lanjut, Pustanto perawatan itu tidak hanya berfokus pada kemungkinan koleksi terkontaminasi virus tapi juga gangguan lain seperti kelembaban udara yang menyebabkan tumbuhnya jamur hingga kemunculan binatang seperti rayap, ngengat, kecoa, serta tikus.

Menurutnya, koleksi yang dimiliki galeri saat ini terdapat di ruang pameran serta ruang arsip sendiri sehingga perlu perawatan secara berkala.

Selain perawatan koleksi Joker123 Deposit Pulsa Telkomsel, pihak pengelola Galeri Nasional Indonesia pun telah bersiap untuk kemungkinan penerapan new normal dan membuat museum kembali dibuka. Tak dipungkiri itu dapat mengubah cara pengunjung menikmati pameran.

“Kami berusaha agar koleksi seni rupa yang ada di museum tetap bisa dinikmati masyarakat. Untuk itu, pasti akan ada pembatasan jumlah pengunjung, kemudian pembelian tiket secara online sehingga meminimalisir kerumunan orang. Pengunjung juga wajib menggunakan atribut kesehatan seperti masker, flow mereka keluar dan masuk akan berbeda,” papar Jarot.

Tidak hanya di ruang pameran, pemberlakuan protokol kesehatan juga akan diperhatikan di lingkungan galeri, termasuk toilet.

Konservator Galeri Nasional Indonesia

“Setelah ditutup, galeri sudah disterilkan menggunakan disinfektan yang diawasi oleh konservator. Koleksi karya seni pun dibungkus selama penyemprotan itu agar tidak terkena cairan disinfektan,” katanya.

Konservator Galeri Nasional Indonesia, Jarot Mahendra mengungkapkan bahwa cairan disinfektan bisa merusak karya seni bila terkena langsung. Untuk itu, disinfektan yang digunakan pun perlu yang diperhatikan dengan seksama kandungannya.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto, mengatakan bahwa galeri telah ditutup sementara sejak 17 Maret silam. Namun, selama penutupan, perawatan serta pemantauan barang koleksi tetap dilakukan.

“Ketika ingin membersihkan, jangan semprotkan langsung ke permukaan koleksi. Ada yang masih aman, tapi kandungannya perlu diperhatikan dan dipertimbangkan efek bila mengenai material koleksi tertentu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa petugas yang ingin bertugas merawat koleksi biasanya disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir ketimbang hand sanitizer. Selain itu, petugas juga dilengkapi alat pelindung kesehatan khusus.

“Menurut sebuah studi dari Library of Congress tentang efek hand sanitizer, itu bisa membuat degradasi pada kertas. Beberapa koleksi tentu ada yang berbahan dasar ini, sehingga kami selalu memastikan pegawai yang bertugas untuk mencuci tangan dengan air dan sabun serta menggunakan sarung tangan berbahan nitrile,” katanya.

“Selama tutup, kami membuat jadwal pegawai untuk bergantian melakukan perawatan terhadap karya seni, sesuai dengan protokol dan SOP kesehatan yang aman terhadap manusia serta karyanya,” kata Pustanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *