Ini Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Ini Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Ini Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong

Ini Bahaya Minum Kopi Saat Perut Kosong – Konsumsi kopi hari ini bagi sebagian orang sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan, Anda tidak bisa melewatkan kopi sebelum pergi di pagi hari.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa minum kopi memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk bantuan dari rasa sakit otot, meningkatkan memori, untuk melindungi terhadap penyakit Parkinson dan diabetes.

Meskipun memiliki banyak manfaat, ternyata konsumsi kopi juga dapat memiliki efek samping yang merugikan pada tubuh. Terutama ketika diambil pada waktu perut kosong.

Dikutip dari kereta bawah tanah, kopi sebelum sarapan dikenal untuk meningkatkan produksi asam lambung dan mengganggu sistem pencernaan. Beberapa orang telah melaporkan gejala seperti sakit maag untuk timbulnya gejala sindrom iritasi usus (IBS) atau iritasi usus besar.

Selain kopi pada perut kosong juga dapat meningkatkan gejala kecemasan, menyebabkan kecemasan, peningkatan denyut jantung, kurang perhatian.

Tapi jangan khawatir, bagi sebagian orang minum kopi tidak mempengaruhi pencernaan karena faktor kebiasaan tersebut.

Untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19, beberapa negara memberlakukan peraturan blokade. Namun, di Indonesia saat ini hanya kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) berlaku.

Meskipun efektif dalam mencegah penyebaran virus, kebijakan ini benar-benar mempengaruhi masyarakat. Mengutip The Sun, dua pertiga dari mereka yang di bawah 70 tahun bisa disebut pengalaman kebosanan, stres, kecemasan, depresi.

Untuk mengatasi hal ini, para ilmuwan cashback joker123 di Harvard University misalnya bisa mengkonsumsi kopi, dua gelas per hari.

“Minum kopi setiap hari dapat mengurangi kemungkinan seseorang menderita depresi,” kata Dr Alan Leviton, seorang peneliti di Harvard University.

Para peneliti percaya bahwa kopi memiliki efek positif pada kesehatan mental, reseptor di otak yang berhubungan dengan memblokir bahan kimia yang menyebabkan kelelahan dan perasaan depresi.

“Efek positif yang terkait dengan anti-inflamasi, anti-oksidan, dan mikrobiome juga dapat mengurangi risiko kanker tertentu, dan penyakit kronis,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *