Mengatasi Kebotakan Tanpa Transplantasi Rambut

Mengatasi Kebotakan Tanpa Transplantasi Rambut

Cara Mengatasi Kebotakan Tanpa Transplantasi Rambut

Cara Mengatasi Kebotakan Tanpa Transplantasi Rambut – Masalah kebotakan seringkali sulit dicegah seiring bertambahnya usia. Tak perlu khawatir, terdapat cara mengatasi kebotakan yang bisa dilakukan di rumah untuk memperlambat penipisan rambut.

Kebotakan, atau istilah medisnya dikenal sebagai androgenetic alopecia, bisa dialami siapa saja, pria maupun wanita. Akan tetapi masalah ini sebagian besar terjadi pada pria dan memengaruhi lebih dari setengah pria di dunia yang berusia di atas 50 tahun.

Menjaga pola makan sehat dan gizi yang seimbang dapat menjaga kesehatan rambut. Konsumsi beragam sayuran dan buah-buahan, dan protein dalam menu makan Anda sehari-hari.

Terlebih, makanan kaya zat besi seperti daging sapi tanpa lemak, kacang-kacangan, sayuran hijau, biji-bijian, telur dapat menstimulasi pertumbuhan rambut sehingga mencegah kebotakan dini.

Selain itu, makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti salmon, makarel, tuna, biji rami, kuning telur, biji rami, dan kenari. Makanan tersebut mengandung anti-inflamasi yang merangsang folikel dan pertumbuhan rambut, serta mencegah kulit kepala kering dan pecah-pecah.

Merujuk Daftar Tembak Ikan Joker123, sekitar 85 persen pria akan mengalami penipisan rambut pada saat mereka menginjak 50 tahun. Bahkan beberapa dari mereka mengalami kerontokan rambut parah yang mengarah ke kebotakan sebelum berusia 21 tahun.

Hampir semua masalah rambut rontok yang dialami pria dilatarbelakangi oleh faktor genetik. Penyebab lain bisa dipengaruhi penggunaan obat tertentu, terlalu banyak vitamin A, atau kurangnya asupan protein.

Memiliki riwayat penyakit dan stres juga dapat menyebabkan kerontokan parah. Kemudian, pengaruh hormon; kehamilan; diet rendah kalori atau karbohidrat; pubertas dan menopause juga bisa menyebabkan rambut rontok yang mengarah pada kebotakan.

Selain itu, diperparah juga dengan faktor lingkungan yakni paparan sinar matahari, polusi udara, bahkan kualitas air yang buruk dapat berkontribusi pada kerapuhan rambut dan masalah kebotakan.

Sebelum memutuskan untuk melakukan transplantasi rambut, sebaiknya terapkan perawatan lain yang lebih aman dan minim risiko. Sebab prosedur pemulihan rambut dengan metode bedah ini bisa jadi menyakitkan dan mahal. Selain itu, rentan membentuk jaringan parut dan infeksi.

Sampo yang mengklaim mencegah penipisan

Sampo yang mengklaim mencegah penipisan dan kebotakan rambut bekerja bekerja dalam dua hal sekaligus, yakni memberikan volume untuk rambut sehingga terlihat lebih tebal. Ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki rambut tipis dan alami.

Kedua, sampo khusus itu juga mengandung vitamin dan asam amino yang menyehatkan kulit kepala sehingga meningkatkan pertumbuhan rambut dari waktu ke waktu. Sebelum memutuskan membeli produk sampo mana yang akan digunakan, baca dengan teliti kandungan dan manfaatnya agar tak salah pilih.

Berikut cara mengatasi kebotakan dengan alami, dikutip dari berbagai sumber. Selain memberi efek negatif pada paru-paru, merokok juga menyebabkan munculnya kerutan wajah serta mempercepat timbulnya uban dan kerontokan rambut.

Merokok dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh buruk, dapat memicu peningkatan infeksi bakteri atau jamur pada kulit kepala. Infeksi kemudian menghambat folikel untuk menghasilkan rambut yang sehat.

Untuk mencegah rambut rontok dan kebotakan dengan cepat, sebaiknya mulailah dengan berhenti merokok sesegera mungkin.

Pepatah ‘rambut adalah mahkota’ nyatanya tak hanya berlaku bagi wanita. Mayoritas kaum pria pun mendambakan rambut yang tebal dan terhindar dari kebotakan.

International Journal of Dermatology mengungkapkan 90 persen responden menyebut pria botak dianggap terlihat lebih tua dan kurang menarik.

Menggunakan produk-produk penataan rambut yang keras, seperti gel, wax, hairspray untuk jangka waktu lama bisa membuat rambut rapuh, menipis, dan lama-lama menimbulkan kebotakan. Sementara waktu, hentikan penggunaan produk tersebut dan biarkan rambut dan kulit kepala ‘bernapas’.

Ini tentu menjadi ketakutan bagi sebagian pria karena bisa menurunkan kepercayaan diri, mengganggu kesan pertama (first impression), serta memengaruhi kehidupan profesional bahkan personal mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *